Broken Heart ??
Duh-duh cerita engga ya? Malu donk kalau harus mengungkap kebodohan masa lalu. . .Huahaha. Tapi rasanya geli juga mengingat betapa kita dulu begitu lugu menghabiskan bergalon-galon air mata untuk sepotong hati yang patah (wuu. . .lebay), yang seharusnya diobati bukan ditangisi. Hanya saja, kadang kita memang harus bercermin pada masa lalu untuk bisa menempati hari esok dengan hati-hati, isn’t it? Ng, pingin tahu metamorfosa cinta?? Simak puisi ini yahhh
Cinta ibarat lilin yang menyala
Memberi cahaya disaat malam mulai menyapa
Ia kokoh menerangi disaat sumbu mulai terbakar
Tapi akhirnya ia akan meleleh dan mati
Hingga tinggalkan cinta bersama gelapnya hati
Cinta ibarat kupu-kupu yang berterbangan
Memberi warna indah pada setiap pandangan
Tapi saat ia mulai menjauh dan pergi
Ia takkan berhenti meski dipanggil tuk kembali
Mengisi dan mewarnai hati yang sepi
Tiada cinta abadi
Selain cinta pada Yang Maha Esa
Ibarat lilin kecil dan kupu-kupu bersayap indah
Keduanya penuh pesona saat pertamanya saja
Dan kehilangan makna diakhir cerita
Tuchkan dapat disimpulin bahwa, kesejatian itu seperti mengupas bawang. Buka satu lapis, akan ada lapis baru. Buka lagi akan ada lagi, terus begitu. Tanpa isi semua hanya lapisan kulit yang mengecil. Teruslah mengupasnya. Kamu hanya akan menemukan akhir yang tiada dan air mata yang deras mengucur dimatamu. Karena sesungguhnya akhir cinta yang bahagia hanya dimiliki oleh mereka yang hidup dalam lembaran cerita, cinderella dan pangerannya, putri salju dan pangerannya, etc. So say no to broken heart. Dan yakinkan dihatimu >> Apapun cinta di dunia, akan ada cinta dari-Nya yang tidak pudar karena waktu serta akan selalu menjanjikan kebahagiaan. Insya Allah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar